About Me

My photo
"..no matter how hard you cry as long as you never give up.."

Sunday, March 25, 2012

What I Feel

Apa artinya tertawa?
Jika tawa itu bukan darinya, bukan pula membahagiakannya.
Apa artinya menangis?
Jika tangis itu karena dirinya, yang tak bisa ada di sampingmu.

Saat ingin menyerah dan membuka lembaran baru,
tangis berubah menjadi senyum, 
senyum berubah menjadi tawa.
Kala waktu berhenti, senyum dan tawa menjadi tiada arti.

Bagai namanya yang terukir dalam di dalam hati,
bayangannya yang selalu ada di saat mata tertutup,
berulang dihapus, bahkan di saat tak ingin terlelap,
setiap kenangan tetap indah.

Tiada kepastian sampai kapan hati terjaga.
Ya, terjaga oleh paksaan keadaan.
Terluka kembali saat menemukannya ada,
namun tetap tidak mempunyai keberanian.

   Keinginan tanpa disertai keberanian untuk bertindak, kemudian hanyalah menjadi angan-angan. Hanya dapat mengamati dari jauh dan berpura-pura tidak merasakan apa-apa di depan. Itu semua memang dapat dilakukan tetapi setelahnya hanya akan mendatangkan kesedihan. Raga begitu dekat sementara hati dan pikiran terlalu jauh. Mulut boleh tersenyum saat melihat karena hati yang akan menangis saat memikirkan. Hidup memang terus berlanjut sesuai waktunya. Membiarkan perasaan mengalir layaknya air yang tenang. Akan tetapi, ada saatnya ketika berhenti pada suatu keheningan, hanya satu yang dapat disampaikan. 
我想念你.

Friday, March 16, 2012

Learn, Share, Inspire

     Sejak mengikuti Pelatihan Kepemimpinan di VVD (Vihara Vimala Dharma) yang dibawakan oleh ko Hendra a.k.a ko Moming, rasanya seperti terlahir menjadi seseorang yang baru. Melalui sebuah buku berjudul The 7 Habits of Highly Effective People karangan Stephen R. Covey, ko Moming menjelaskan berbagai kebiasaan-kebiasaan yang efektif yang sebaiknya ditanamkan dalam diri seseorang. Dimulai dari dasar munculnya suara-suara hati tentang sesuatu hal yang sering kita keluhkan tanpa disadari sampai pada bagaimana membuat time management yang baik di dalam kehidupanmu. Habits 1, jadilah seseorang yang proaktif bukan reaktif. Orang-orang yang reaktif cenderung langsung memberikan respon ketika menerima rangsangan. Contoh orang-orang yang sifatnya reaktif yaitu mudah tersinggung, cenderung merengek dan mengeluh, cenderung menyalahkan orang lain, dll. Sementara proaktif selalu memberi ruang diantara rangsangan dan respon dimana ruang itu merupakan suatu kebebasan untuk memilih disertai tanggung jawab (kemampuan untuk merespon rangsangan dengan bijak). Ruang tersebut diilustrasikan dengan sebuah tombol PAUSE. Ketika menerima suatu rangsangan, tekan tombol pause tersebut lalu berpikirlah berdasarkan kesadaran diri, imajinasi, suara hati, kemudian berilah respon karena anda memiliki kehendak bebas. Hindari bahasa-bahasa reaktif (Aku coba deh. Aku memang begitu kok. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku terpaksa. dll.) dan gantilah dengan bahasa-bahasa proaktif (Akan aku kerjakan. Pasti ada jalan. Seharusnya aku bisa lebih baik daripada itu. dll)!
     Habits 2, merujuk pada tujuan akhir. Visi dan misi sangat dibutuhkan dalam kehidupan. Untuk apa kamu hidup dan apa yang akan kamu lakukan untuk mencapai visi-visi kehidupanmu? Di sini dikatakan bahwa ada dua hari besar dalam kehidupan seseorang, yaitu ketika dia dilahirkan dan ketika dia mengetahui alasannya. Lalu, pada apakah kehidupan seharusnya berpusat? Kehidupan kita sebaiknya berpusat kepada prinsip. Ketika kita hanya berpusat pada salah satu bagian saja maka ketidakseimbangan akan timbul dan kehidupan akan kacau. Sebagai contoh, seorang ayah yang terlalu terpusat pada pekerjaan sehingga keluarga ditelantarkan dan tak mendapatkan perhatian. Satu-satunya kekuatan yang mampu membuat semua tujuan hidup anda tercapai, bukan pengelolaan waktu, disiplin, fokus, keyakinan, maupun pengetahuan, melainkan kekuatan bertindak.
     Habits 3, dahulukan yang utama. Di bukunya, Covey menggambarkan 4 kuadran, yaitu kondisi penting dan mendesak (kuadran I), kondisi penting tapi tidak mendesak (kuadran II), kondisi mendesak tapi tidak penting (kuadran III), dan kondisi tidak penting maupun tidak mendesak (kuadran IV). Berikut gambarannya :
Orang-orang di kuadran I selalu mengalami yang namanya stress, letih, krisis, dan cemas. Orang-orang di kuadran III selalu fokus pada hal-hal dalam jangka pendek, selalu ingin menyenangkan orang lain, kurang disiplin, dan memiliki karakter bunglon. Orang-orang di kuadran IV adalah tipe yang pemalas, kurang bertanggung jawab, tidak bisa dipercaya, dan selalu dipenuhi rasa bersalah di pikirannya. Terakhir, orang-orang di kuadran II adalah mereka yang hidupnya terkendali, seimbang, prestasi tinggi, dan selalu memiliki kepuasan dalam hidup. Lalu bagaimana cara supaya bisa menanamkan sikap di kuadran II dalam diri kita? Katakan tidak pada kuadran III! Kurangi kegiatan di kuadran IV! Ciutkan kuadran I! ^^

Beberapa quote bagus yang dapat ditanamkan dalam pikiran kita :
1. Segala sesuatu tidak seperti apa yang sesungguhnya sedang kita lihat. Ilustrasinya,
 

2. If you think you can, you're right. If you think you can't, you're right.-Henry Ford-

3. Masalah penting yang kita hadapi kini tidak dapat kita pecahkan pada tingkat berpikir yang sama seperti ketika kita menciptakan masalah tersebut.

4. If you want things to get better, you have to be better.

5. Kita adalah apa yang kita kerjakan berulang-ulang. Karena itu keunggulan bukanlah suatu perbuatan, melainkan sebuah kebiasaan. -Aristotle-

6. Taburlah gagasan, tuailah perbuatan. Taburlah perbuatan, tuailah kebiasaan. Taburlah kebiasaan, tuailah karakter. Taburlah karakter, tuailah nasib.

7. Kendalikan takdirmu sendiri jika tidak mau dikendalikan orang lain.

8. Kesuksesan tak ada artinya tanpa kepuasan.

9. Ciptakan masa depanmu dari masa depanmu.

10. Masa depan tidak pasti, tapi kita bisa menciptakannya.

11. If you fail to plan, you plan to fail.

12. There will never be enough time to get everything done, but there will always be enough time to get the most important things done.

13. Gila adalah melakukan hal yang sama tetapi mengharapkan hasil yang berbeda.

     Hanya sebagian kecil dari tujuh kebiasaan di dalam buku Covey yang dapat disampaikan oleh ko Moming  namun mampu membawa perubahan yang positif dalam kehidupanku dan teman-teman. So, tanamkan hal-hal positif pada pikiranmu, kawan! Jadilah seseorang yang proaktif! Tentukan tujuan akhirmu! Prioritaskan hal-hal yang benar-benar harus diprioritaskan! Setahun dari sekarang, Anda mungkin berharap telah memulainya hari ini. -Karen Lamb- Penasaran dengan 4 kebiasaan efektif lainnya? Buku Covey ini mungkin cukup dapat membantu. =)
     Apa yang aku dapatkan dari pelatihan kepemimpinan ini mungkin tidak dapat sepenuhnya di-share-kan kepada teman-teman yang lain. Perubahan tidak dapat dilakukan secara tiba-tiba melainkan bertahap. Berharap dapat menanamkan kebiasaan-kebiasaan di atas dalam kehidupanku _/|\_ dan berharap dapat membantu orang lain menemukan tujuan kehidupannya _/|\_ !

Wednesday, February 15, 2012

Something That I can Learn

     Dan kini satu kali lagi air mata jatuh begitu saja. Mengapa harus ada air mata? Air mata selalu membuat mata kita bengkak saat ia mengalir. Air mata selalu membuat kita merasa lelah saat ia benar-benar harus dikeluarkan. Mau tidak mau, kita tetap harus menangis ketika hal yang sangat sangat sangat membuat kita sedih sedang menimpa. Sejak meninggalkan Medan, kota asal tercinta, aku telah berjanji tidak akan pernah menangis tetapi tak tahu sudah berapa kali air mata itu jatuh. Satu yang kumengerti, air mata akan membuatmu kelihatan lemah di hadapan orang lain namun ketika ia telah dikeluarkan, perasaan lebih lega akan menghampiri. So, tidak peduli laki-laki atau perempuan, setiap orang berhak untuk menangis karena setiap orang punya kelemahan sekalipun lelaki yang memang harus selalu kelihatan lebih kuat. Aku senang bisa menangis karena aku belajar menjadi lebih kuat dibanding sebelumnya.
     Satu lagi kesalahannya yang benar-benar menyadarkanku bahwa memang hanya aku yang menganggapnya seorang sahabat. Tidak begitu pun dengannya. Tak tahu harus bersikap bagaimana lagi terhadap dirinya. Setiap kali memaafkan, selalu ada lagi kesalahan yang diperbuat. "I'm tired when you try to get into my mind.. I'm tired to forgive all your fault.." Mungkin itu kalimat yang paling pas buat dia.


Setelah dipikir berulang kali.......... Aku sadar ada yang salah. Mungkin benar apa yang dikatakan mereka. Mental dan sifat yang kekanak-kanakan masih melekat dalam diriku dan tak tahu mengapa itu sangat sulit dihilangkan. Kesalahannya bukan hal yang ia perbuat melainkan perbuatannya yang kuanggap salah. Mengaku selalu mengerti semua tentang dirinya yang padahal tak satupun yang kutahu. Karena dialah, arti sebuah persahabatan benar-benar kudapatkan tetapi sangat sulit bagiku untuk membuka diri kembali menjalin persahabatan. Dimana ketika hanya kamu yang sadar, hanya kamu yang mengharapkan hubungan itu, maka kamu yang harus menerima resikonya. Hanya kata maaf yang dapat dituliskan namun sulit diutarakan. Dan terima kasih.
     Hari ini banyak cerita yang bisa digoreskan. Banyak pelajaran yang bisa dipetik hikmahnya. Banyak sifat dan perilaku yang bisa dicontoh. Semua itu hanya dapat diterapkan jika kamu memiliki keinginan. Menolak hal-hal baru yang tidak sesuai pemikiranmu bukanlah jalan keluarnya. Sama seperti cerita di dalam Teknik Kimia. Ada bahan baku, ada proses, ada produk. Anggaplah bahan baku adalah sifat-sifatmu. Proses adalah dimana ketika orang-orang memberikan kritikan terhadapmu. Terima dan proseslah di dalamnya, biarkan semua reaksi-reaksi terjadi, dan jadilah pengontrol akan dirimu sendiri di dalam proses tersebut. Ketika keluar, jadilah sebuah produk baru yang lebih baik dan menjadi harapanmu maupun orang lain. =)

Friday, February 10, 2012

Teknologi Fermentasi

     Hari ini semua di luar perkiraan. Tak ada yang dapat menebak apa yang akan terjadi hari ini, begitu pun denganku. Sehari sebelumnya, tepatnya semalam, usai kuliah pukul 17.00 dan masih dilanjutkan dengan makan malam di Pizza Hut, Cihampelas Walk, Bandung. Padahal besoknya adalah hari pertama memasuki Laboratorium Teknik Kimia 2 di semester 6. Modul perdana kali ini berhubungan dengan mikroba yang tidak lain dan tidak bukan adalah Teknologi Fermentasi. Mengembang-biakkan mikroba adalah tujuan dari modul ini. Prosedur kerjanya cukup mudah ketika dibaca, cukup mudah dipahami. Pertama, membuat nutrisi yang nantinya akan menjadi bahan makanan untuk mikroba-mikroba itu. Lalu nutrisi tersebut harus disterilisasi dengan menggunakan autoklaf (mirip seperti panci untuk memasak air). Setelah itu, dengan bantuan Saccharomyces Cereviceae kita dapat membuat starter untuk mengembang-biakkan mikrobanya. Sampling... dan kurva laju pertumbuhan mikroba pun dapat diperoleh.

     Kelihatan sangat mudah kan? Ya, tetapi tidak pada hari ini. Tidak tahu mengapa autoklaf tidak mau bekerja sama hari ini. Tahap sterilisasi tidak berjalan sempurna karena akibat kebocoran, tekanan tidak dapat mencapai 15 psi dimana pada tekanan ini, mikroba yang menyebabkan kontaminan tidak akan tumbuh. Sudah diulangi prosedurnya hingga dua kali dan tetap saja tidak bisa. Tidak tahu harus bagaimana karena tanpa nutrisi yang disterilisasi, kita tidak dapat membuat starter yang harus diinkubasi 24 jam terlebih dahulu. Jika esok hari RUN percobaan tidak dilakukan, maka dipastikan praktikum untuk modul ini harus diulang.

     Siapa yang harus disalahkan? Siapa yang bertanggung jawab atas semua kejadian pada hari ini? No one. Hari ini tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi. Hari ini adalah kejutan, apakah itu kejutan yang membahagiakan ataukah yang menyedihkan? Rasa lelah memuncak di saat-saat terakhir, ingin menyerah, dan ingin menangis. Lab pertama di tahun 2012. Fiiuuhhh........................... Satu kalimat yang menyemangati di akhir rasa putus asaku, "try and failed but never failed to try". Kalimat yang berasal dari salah seorang yang kuanggap layaknya adikku sendiri, Edy (ATPK). Tak ada yang tak dapat dilakukan selama kamu masih mau berusaha walau pada akhirnya akan gagal. Setidaknya kamu mencoba.

Saturday, February 4, 2012

Belajar

Belajar...

     Ada 3 kategori belajar menurut salah seorang dosen saya, yaitu :
1. Belajar tentang
2. Belajar untuk
3. Belajar menjadi

     Termasuk ke dalam kategori yang manakah anda sedang berada? Mahasiswa yang tengah kuliah, belajar tentang segala hal dari dosen, pustaka, dan lain sebagainya. Mahasiswa tersebut belajar untuk masa depan mereka yang cerah, belajar untuk tahu apa yang mereka pelajari. Namun, ketika mahasiswa belajar menjadi seseorang maka mereka sedang belajar tentang menjadi seseorang dan mereka belajar untuk menjadi seseorang.

     Dalam hidup dari mulai kita lahir hingga kita meninggal nantinya kita tidak dapat terlepas dari kata "belajar". Belajar membuka mata, merangkak, berjalan, dewasa, hingga kita belajar tentang kehidupan. Di sinilah awal saya belajar tentang kehidupan, di Keluarga Mahasiswa Buddhis Parahyangan. Cerita mengenai KMBP sendiri pasti akan ada scene tersendirinya. Banyak hal dapat dipelajari ketika berhadapan dengan orang lain dan di sinilah salah satu wadah belajar. Belajar menjadi seorang yang Buddhis, belajar sabar, belajar bahwa komunikasi itu penting, belajar menghadapi orang-orang yang tidak pernah kamu temui sebelumnya dimana sifat-sifat mereka mungkin sangat bertolak belakang dengan harapan dan pikiranmu. Belajar berteman dan tahu arti sebuah keluarga awalnya tidak dapat diperoleh sebelum mengenal KMBP, tetapi sekarang semua hal yang telah dialami menjadi pembelajaran bagi hidup.

     Hampir tiga tahun sudah mengenal KMBP. Hal-hal yang dapat dipelajari hanyalah sebagian kecil dari seluruh pelajaran yang ada di dunia. Setelah lulus, rasa kehilangan dan kerinduan pasti akan sangat dirasakan, tetapi di sinilah saya belajar untuk tidak terikat, tidak melekat. Semua moment tersimpan indah di dalam album pikiran dan hati, tidak perlu diingat karena ia memang tak terlupakan. Jangan pernah berhenti untuk belajar karena belajar membuat kita tahu akan sesuatu yang kita tidak tahu!

Tuesday, January 24, 2012

Belajar Mengenal Orang Lain

     Sedikit berbagi cerita nih tentang beberapa teman-teman yang baru dikenal. Sebuah perkenalan di awal bulan Oktober ataupun di akhir bulan September. Adik-adik angkatan 2011 yang kini tengah kuliah di ATPK (Akademi Teknologi Pulp dan Kertas). Cukup enerjik dan aktif, selalu bisa mendatangkan suasana yang nyaman. Hmm.. Suasana yang nyaman mungkin lebih bisa diartikan seperti suasana yang sudah lama sangat dirindukan. Suasana di kota asal, bahasa yang digunakan (bukan bahasa Indonesia tentunya.. Hehe...), dan sifat mereka sangat mencerminkan dari mana asal mereka. Ya, mereka berasal dari kota yang sama denganku, Medan. Siapa sih mereka sampai-sampai mampu menimbulkan rasa rindu dan rasa ingin mengobrol?

(dari kiri ke kanan) Fredyanto('94), Alex, Anthony('93), Fernando, Jonny, Dewi('93), Martono('93), Edy, dan Mariana('93). 
     Sebenarnya bukan hanya ada mereka. Masih ada Dhammala, Anton, Chandri, Jojo. Ada lagi nggak ya...? Hmm.. Meskipun tidak semuanya satu kota asal tapi mereka kompak banget. Mungkin dengan latar belakang selain satu kota asal, mereka juga satu kepercayaan dan sebagian besar hobby mereka sama. 
* Fredy dan Anthony adalah saudara yang kelihatannya sama-sama pendiam ataukah hanya di depan orang yang baru dikenal aja jadi pendiam? Hmm... Sudah lupa alasan sampai mereka berdua bisa memasuki kuliah di tahun yang sama.
* Martono, Jonny, dan Anthony ternyata jago nge-dance lho~ Sempat nonton video mereka yang dancing lagu Mr. Simple-nya SuJu nggak tahu di acara apa, cuma bisa mengomentari satu kata, TOP! Dua kata juga bisa, Like This!
* Mariana, Dewi, dan Dhammala, tiga gadis-gadis lucu yang bersuara emas. Kalau dibandingkan mereka, aku kalah jauh dalam hal bernyanyi. Hikz.. 
* Alex, Anton, dan Jojo lebih senior dibandingkan yang lainnya. Perkenalan dengan mereka adalah di tahun lalu. Senior yang baik hati dan mudah membaur dengan adik-adiknya. Hahaha..
* Chandri dan Edy sih jarang sekali mengobrol denganku. Oleh karena itulah, tidak banyak hal yang diketahui dari mereka berdua. 
* Eits, ada yang ketinggalan! Yang paling aktif, paling nggak bisa diam, paling gila, paling "chong he" (cerewet) diantara yang lainnya, Fernando a.k.a Acong/Achien. Bisa kenal anak-anak ATPK yang lain dengan akrab mungkin karena si Acong inilah. Sifatnya yang mudah menyesuaikan diri dengan orang lain mungkin yang telah membangkitkan sifat berani dalam diri sebagai senior tentunya untuk memulai relasi atau hubungan yang baik dengan orang lain.

     Jarak universitas kita cukup jauh, karena itulah kita jarang ketemu. Seminggu sekali bertemu di Vihara pun cukup jarang. Sekalinya bertemu, saling meledek dan bercanda. Satu hal yang pasti, Bahasa-lah yang membuat kita lebih dekat dan nyambung jika sedang mengobrol. Dari mereka, hal baru yang dapat dipelajari, "Mengenal orang-orang baru itu menyenangkan lho~ Jangan takut untuk memulai sesuatu yang berbuah baik!" Walaupun memang membuka diri itu sulit, apalagi orang-orang yang sifat dasarnya sulit membuka diri untuk mengenal orang lain. Itulah yang dinamakan proses Belajar.

Saturday, January 21, 2012

Bringing Happiness Home


     Sebuah cerita yang cukup mengharukan dimana seorang ayah harus membesarkan ketiga anaknya sendirian. Dikala buah hati telah dewasa dan memiliki kehidupannya masing-masing, akankah mereka ingat pada ayah? Atau mungkin ibu? Mungkin terlalu sibuknya anak-anak sehingga tidak bisa meluangkan sedikitpun waktu menemani ayah dan ibu yang kini tengah lemah di masa tua. Tidak pernah mau mengeluh walaupun anak-anak tidak mempunyai waktu berada di samping mereka. Itulah orang tua. Mereka tersenyum bahagia melihat kita bahagia dan sukses, selalu mendoakan masa depan kita, berusaha yang terbaik untuk kita. Tidak seharusnya dengan cara meninggalkan mereka, kita membalas.
   
     Sepenggal video ini mampu menjatuhkan air mata. Hari-hari menjelang tahun baru imlek. Masih sangat teringat bertahun-tahun lalu dimana setiap hari raya imlek, selalu bangun penuh semangat, mandi kemudian mengenakan pakaian baru. Pakaian baru setidaknya di hari pertama hari raya imlek dipercaya akan membawa rezeki untuk ke depannya. Pagi-pagi sekali telah terdengar musik dan lagu imlek. Masih begitu hangat terasa. Mengucapkan salam pertama kali pada papa dan mama, "Gong xi, papa! Gong xi, mama!" Begitu banyak keluarga akan berkumpul di hari itu, berbagi kebahagiaan bersama. Keluarga lainnya akan datang ke rumah di hari-hari selanjutnya.

     Kini tiga tahun sudah merayakan imlek di Bandung, tanpa suasana imlek yang sangat dirindukan. Awalnya tidak menjadi masalah karena telah biasa, namun video ini mampu menguak seluruh rasa rinduku pada mama, papa, kedua kakak perempuan, dan adik laki-lakiku. Tiga tahun bukanlah waktu yang singkat tapi terasa sangat cepat berlalu. Hanya bisa mengucapkan salam "gong xi" melalui telepon di pagi hari dan rasanya sangat berbeda dibanding mengucapkannya secara langsung. Membayangkan ada di rumah di saat itu sungguh menyenangkan. Andai aku punya sedikit saja keberanian layaknya anak-anak di dalam video tersebut, mungkin papa dan mama akan sangat bahagia. Akankah?