S.t.u.p.i.d is when someone else cares about you and you're still thinking about the other. Itu mungkin satu kalimat yang cocok menggambarkan dirinya. Seseorang yang tidak tahu sejak kapan selalu memenuhi pikiran. Hari-hari tiada pernah lagi mengenal sepi. Stupid juga pantas ditujukan untuk orang bodoh yang berharap akan sesuatu yang tidak berani ia yakini. Memaksa ia memilih hanya akan menyiksanya. Ia butuh waktu untuk memutuskan.
"He may not choose the best because he'll regret when find something wrong with her one day. Choose the right one for him who can make him be the best one. There are 'someone else' and 'the other' in his mind now. If he choose 'someone else', all will be happy and maybe 'the other' too but if he choose 'the other', who will be happy? Maybe only both of them."
Senyummu adalah senyumku. Kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku. Sesuatu yang membuatmu senang pasti akan membuatku bahagia walau sebenarnya hal itu menyakitiku. Kesedihan takkan muncul di hadapan namun hati yang merasakan.
Jangan menjadi lemah hanya karena hal ini! Apapun yang menjadi pilihan, berharaplah itu yang terbaik! Yang bisa diusahakan sekarang hanyalah kenyamanan ketika bersama. Ketika pada akhirnya ini hanya sebuah ilusi, yakinkan bahwa ini ilusi terindah yang pernah hadir dalam hidup. I'll never ignoring you again but please don't be mad at me because I'm just thinking the best for you. Tidak tahu indikator apa yang memaksa memberikan kebahagiaan yang lain. Apakah karena "membutuhkan" ataukah "ketidakmampuan"?
- That 'someone else' need you, or ...
- 'The other' is not able to be with you
don't know ... What's wrong with me? Who knows? Kegilaan ini hanya sementara dan akan segera berakhir. Di saat semuanya berakhir, hidup tak ada warnanya... sama seperti dulu.
About Me
Thursday, May 31, 2012
Tuesday, May 22, 2012
Kebahagiaan
Kebahagiaan adalah ketika kita dapat tertawa dengan ikhlas. Semua terlihat begitu indah ketika kita bahagia. Jika saja kebahagiaan yang diciptakan itu bisa menular kepada orang lain, mungkin akan bertambah bahagia lagi. Apakah sesungguhnya kebahagiaan hanya se-simple itu? Apakah kamu akan bahagia jika melihat orang lain bahagia? Mungkin iya, tetapi apakah kamu akan bahagia jika orang tersebut adalah orang yang kamu sayangi dan dia sedang berbahagia dengan orang lain, bukan dirimu? Hmmm... Seandainya pertanyaan itu ditujukan untukku, aku akan menjawab dengan yakin, iya!
Ia yang bahagia adalah kebahagiaanku. Ia yang bersedih adalah kesedihanku. Ketika ia sangat bahagia bersama orang lain, mengapa aku harus mengganggu kebahagiaan itu? Lalu pasti akan ada yang bertanya, yakinkah kebahagiaan yang kurasakan ini adalah tulus dari dalam hati? Diam... Hening.... "Aku mungkin sangat sedih karena orang lain lebih bisa membahagiakan dia daripada diriku tetapi kemudian aku berpikir, hubungan yang sempurna adalah ketika keduanya merasa bahagia bersama. Ketika kebahagiaan itu tidak ditemukan di salah satu pihak, ya aku hanya bisa berbahagia untuknya."
Kini bukan saatnya lagi menanti kisah cinta anak remaja. Kebahagiaan yang sebenarnya sudah sangat dekat maka mulailah berpikiran dewasa untuk menghadapi segala sesuatu yang mungkin tidak sesuai kehendakmu. Indikator apa yang menjadikan kebahagiaan itu sempurna? Bukan usia, bukan waktu, bukan fisik, melainkan perasaan kedua belah pihak yang saling mendukung dan menyayangi.
Kini bukan saatnya lagi menanti kisah cinta anak remaja. Kebahagiaan yang sebenarnya sudah sangat dekat maka mulailah berpikiran dewasa untuk menghadapi segala sesuatu yang mungkin tidak sesuai kehendakmu. Indikator apa yang menjadikan kebahagiaan itu sempurna? Bukan usia, bukan waktu, bukan fisik, melainkan perasaan kedua belah pihak yang saling mendukung dan menyayangi.
Friday, May 18, 2012
H.o.p.e
Masih merasa sendiriankah di dunia ini? Semua kebahagiaan selalu datang dan pergi dalam sekejap. Sekarang begitu banyak yang memperhatikanku bahkan sekalipun mereka bukan keluarga kandungku. Apa yang ditakutkan? Ya, hanya satu. Ketakutan akan ketidak-kekalan dalam kehidupan. Perhatian tidak selalu ada dan aku telah terbiasa akan hal itu. Pernah ada kata-kata, "Janganlah berharap jika tidak ingin kecewa!" Yup! Berharaplah terlalu tinggi dan kamu akan merasakan sakitnya saat jatuh! Banyak perhatian yang menipu. Banyak perhatian yang justru mengharapkan perhatian lebih banyak. Dapatkah perhatian itu tulus?
Yang selalu kuyakini bukanlah kata orang lain, tetapi apa yang aku lihat dan aku rasakan. Harapanlah yang mendorong kita melakukan sesuatu. Dengan adanya harapan, kita termotivasi dan selalu berusaha mencapai apa yang kita inginkan. Tanpa harapan, kita bagai berjalan tanpa arah. Walau apa yang kita harapkan tidak semuanya dapat terwujud tapi kita harus sadar bahwa kita telah berusaha.
Bolehkah aku berharap? =)
"Aku berharap semua ini adalah nyata. Apa yang aku rasakan, apa yang mereka lakukan, apa yang aku lakukan, semuanya adalah tulus dari dalam hati. Untuk kesekian kalinya aku berharap kekecewaan itu takkan ada karena ini semua hanya ketidak-kekalan duniawi."
How can I give this love a new beginning?
Apa yang masih dinantikan?
Tak ada lagi makna yang dicari.
Usaha itu pun tiada gunanya lagi.
Sesuatu hal yang tidak pernah benar-benar menjadi milikmu
Sampai kapanpun berusaha digapai tetap takkan bisa menjadi milikmu.
Janji untuk melepas dan melupakan telah terukir
Lalu alasan apa yang sengaja diungkapkan?
Semakin berusaha menemukan
Semakin membuka jalan menuju luka
Apakah jalan itu yang sesungguhnya ingin ditapaki?
Hidup bukan hanya sekedar membayangkan indahnya kenangan
Ukirlah kenangan yang baru dengan harapan yang lebih baik
Meski menemukan kenangan itu kembali suatu saat
Mungkinkah maknanya masih sama?
Lima tahun bukan waktu yang cepat
Namun terlalu sia-sia jika dihabiskan hanya untuk membuka luka lama
Pejamkan mata, tariklah nafas sedalam mungkin
Hembuskanlah beserta semua yang pernah menjadikan duniamu indah
Karena ia tak lagi ada untukmu
Apa yang ada dalam genggaman selama ini
Hanyalah kekosongan belaka yang tidak nyata
Karena kamu hanya menghibur pikiran dan hatimu
Tak ada keinginan untuk membuka genggaman itu
Karena terlalu takut akan kehilangan
Sesuatu yang sebenarnya tidak pernah dimiliki
Tak ada lagi makna yang dicari.
Usaha itu pun tiada gunanya lagi.
Sesuatu hal yang tidak pernah benar-benar menjadi milikmu
Sampai kapanpun berusaha digapai tetap takkan bisa menjadi milikmu.
Janji untuk melepas dan melupakan telah terukir
Lalu alasan apa yang sengaja diungkapkan?
Semakin berusaha menemukan
Semakin membuka jalan menuju luka
Apakah jalan itu yang sesungguhnya ingin ditapaki?
Hidup bukan hanya sekedar membayangkan indahnya kenangan
Ukirlah kenangan yang baru dengan harapan yang lebih baik
Meski menemukan kenangan itu kembali suatu saat
Mungkinkah maknanya masih sama?
Lima tahun bukan waktu yang cepat
Namun terlalu sia-sia jika dihabiskan hanya untuk membuka luka lama
Pejamkan mata, tariklah nafas sedalam mungkin
Hembuskanlah beserta semua yang pernah menjadikan duniamu indah
Karena ia tak lagi ada untukmu
Apa yang ada dalam genggaman selama ini
Hanyalah kekosongan belaka yang tidak nyata
Karena kamu hanya menghibur pikiran dan hatimu
Tak ada keinginan untuk membuka genggaman itu
Karena terlalu takut akan kehilangan
Sesuatu yang sebenarnya tidak pernah dimiliki
Monday, May 14, 2012
Happy Mom's Day!
Tahukah kamu apa yang akan kamu lihat sebelum melewati sebuah tikungan jalan? Seseorang pernah mengatakan bahwa ada kejutan yang menanti di setiap tikungan jalan, baik itu sebuah kejutan bagimu atau bahkan sesuatu yang biasa-biasa saja. Who knows? Sama seperti hidup. Tidak akan pernah ada yang tahu apa yang akan terjadi pada kita di hari esok. Kita hanya dapat merencanakan apa yang akan kita lakukan tetapi sesuatu bisa saja terjadi tanpa kita kehendaki.
Menjadi seseorang yang berperan penting di dalam suatu organisasi mungkin adalah pilihan tetapi apa yang akan diterima kemudian hari dengan peran tersebut, siapa yang mengetahuinya? Bahkan akupun tidak. Tanggung jawab mungkin dimiliki hampir setiap manusia tetapi ketika tanggung jawab tersebut harus dibagi kepada beberapa hal yang sama tingkat kepentingannya, manakah yang harus didahulukan? Situasi dan kondisi sangat menentukan namun kedua hal itu tidak dapat membantu menentukan langkah yang harus diambil.
Terlepas dari segala bentuk pikiran dan hal-hal yang hampir membuat gila, selalu ada kebahagiaan di dalamnya walau kecil. Menyia-nyiakan waktumu hanya dengan pikiran negatif dan kerutan di wajah, apakah itu pantas dibandingkan dengan sebuah senyuman atau bahkan tawa yang sebenarnya dapat kamu realisasikan walau hanya beberapa detik? Terlalu banyak yang harus dipikirkan, dicemaskan, dikorbankan sampai menyadari tiada waktu luang untuk sekedar menghela nafas. Saat memejamkan mata, menarik nafas dan menghembuskannya perlahan, sadarlah bahwa sesungguhnya ada suatu ruang tenang di sana yang selalu ada membukakan pintunya. Hanya kamu yang dapat menentukan pilihan akan masuk atau terus lari dengan semua masalah yang ada.
Dan tahukah kamu dimana salah satu ruang tenang tersebut? Seorang Ibu. Selalu ada waktu untuk mendengar kisah anak-anaknya, tidak pernah lelah mencemaskan kesehatan anak-anaknya, selalu berdoa untuk anak-anaknya baik ketika mereka tiada di dekatnya ataupun mereka berada sangat dekat dengannya. Menjadi seorang ibu adalah kesempatan/karma. Apakah karma baik/karma buruk yang diperoleh biarlah ibu yang menentukan karena ia yang merasakan dan ia yang memikirkan. Mungkin suatu karma juga untukku karena bertemu dengan mereka yang hingga kini memanggilku dengan sebutan "mama". Mereka yang sebelumnya tak pernah kutahu siapa dan tak pernah menjadi orang-orang yang begitu penting di dalam hidupku. Kapan kepedulian itu menghampiri? Mengapa harus mereka? Aku bahkan baru sebulan mengenal mereka dan sekarang mereka menjadi bagian dari hidupku.
Bukan nama yang menjadi perihal penting di dalam sebuah hubungan, melainkan makna daripada hubungan itu. Terima kasih untuk menit-menit yang indah walau mungkin itu hanya buatku! Aku hampir lupa kapan terakhir kalinya aku menangis dan hal itu terjadi lagi ketika menyadari bahwa masih ada kepedulian yang tersisa. Terima kasih untuk menimbulkan tawa bahagia di tengah kepenatan dan kegilaan yang hampir mengutukku! ^^
![]() |
| Happy Mother's Day (140512) |
Sunday, March 25, 2012
What I Feel
Apa artinya tertawa?
Jika tawa itu bukan darinya, bukan pula membahagiakannya.
Apa artinya menangis?
Jika tangis itu karena dirinya, yang tak bisa ada di sampingmu.
Saat ingin menyerah dan membuka lembaran baru,
tangis berubah menjadi senyum,
senyum berubah menjadi tawa.
Kala waktu berhenti, senyum dan tawa menjadi tiada arti.
Bagai namanya yang terukir dalam di dalam hati,
bayangannya yang selalu ada di saat mata tertutup,
berulang dihapus, bahkan di saat tak ingin terlelap,
setiap kenangan tetap indah.
Tiada kepastian sampai kapan hati terjaga.
Ya, terjaga oleh paksaan keadaan.
Terluka kembali saat menemukannya ada,
namun tetap tidak mempunyai keberanian.
Keinginan tanpa disertai keberanian untuk bertindak, kemudian hanyalah menjadi angan-angan. Hanya dapat mengamati dari jauh dan berpura-pura tidak merasakan apa-apa di depan. Itu semua memang dapat dilakukan tetapi setelahnya hanya akan mendatangkan kesedihan. Raga begitu dekat sementara hati dan pikiran terlalu jauh. Mulut boleh tersenyum saat melihat karena hati yang akan menangis saat memikirkan. Hidup memang terus berlanjut sesuai waktunya. Membiarkan perasaan mengalir layaknya air yang tenang. Akan tetapi, ada saatnya ketika berhenti pada suatu keheningan, hanya satu yang dapat disampaikan.
我想念你.
Friday, March 16, 2012
Learn, Share, Inspire
Sejak mengikuti Pelatihan Kepemimpinan di VVD (Vihara Vimala Dharma) yang dibawakan oleh ko Hendra a.k.a ko Moming, rasanya seperti terlahir menjadi seseorang yang baru. Melalui sebuah buku berjudul The 7 Habits of Highly Effective People karangan Stephen R. Covey, ko Moming menjelaskan berbagai kebiasaan-kebiasaan yang efektif yang sebaiknya ditanamkan dalam diri seseorang. Dimulai dari dasar munculnya suara-suara hati tentang sesuatu hal yang sering kita keluhkan tanpa disadari sampai pada bagaimana membuat time management yang baik di dalam kehidupanmu. Habits 1, jadilah seseorang yang proaktif bukan reaktif. Orang-orang yang reaktif cenderung langsung memberikan respon ketika menerima rangsangan. Contoh orang-orang yang sifatnya reaktif yaitu mudah tersinggung, cenderung merengek dan mengeluh, cenderung menyalahkan orang lain, dll. Sementara proaktif selalu memberi ruang diantara rangsangan dan respon dimana ruang itu merupakan suatu kebebasan untuk memilih disertai tanggung jawab (kemampuan untuk merespon rangsangan dengan bijak). Ruang tersebut diilustrasikan dengan sebuah tombol PAUSE. Ketika menerima suatu rangsangan, tekan tombol pause tersebut lalu berpikirlah berdasarkan kesadaran diri, imajinasi, suara hati, kemudian berilah respon karena anda memiliki kehendak bebas. Hindari bahasa-bahasa reaktif (Aku coba deh. Aku memang begitu kok. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku terpaksa. dll.) dan gantilah dengan bahasa-bahasa proaktif (Akan aku kerjakan. Pasti ada jalan. Seharusnya aku bisa lebih baik daripada itu. dll)!
Habits 2, merujuk pada tujuan akhir. Visi dan misi sangat dibutuhkan dalam kehidupan. Untuk apa kamu hidup dan apa yang akan kamu lakukan untuk mencapai visi-visi kehidupanmu? Di sini dikatakan bahwa ada dua hari besar dalam kehidupan seseorang, yaitu ketika dia dilahirkan dan ketika dia mengetahui alasannya. Lalu, pada apakah kehidupan seharusnya berpusat? Kehidupan kita sebaiknya berpusat kepada prinsip. Ketika kita hanya berpusat pada salah satu bagian saja maka ketidakseimbangan akan timbul dan kehidupan akan kacau. Sebagai contoh, seorang ayah yang terlalu terpusat pada pekerjaan sehingga keluarga ditelantarkan dan tak mendapatkan perhatian. Satu-satunya kekuatan yang mampu membuat semua tujuan hidup anda tercapai, bukan pengelolaan waktu, disiplin, fokus, keyakinan, maupun pengetahuan, melainkan kekuatan bertindak.
Habits 3, dahulukan yang utama. Di bukunya, Covey menggambarkan 4 kuadran, yaitu kondisi penting dan mendesak (kuadran I), kondisi penting tapi tidak mendesak (kuadran II), kondisi mendesak tapi tidak penting (kuadran III), dan kondisi tidak penting maupun tidak mendesak (kuadran IV). Berikut gambarannya :
Orang-orang di kuadran I selalu mengalami yang namanya stress, letih, krisis, dan cemas. Orang-orang di kuadran III selalu fokus pada hal-hal dalam jangka pendek, selalu ingin menyenangkan orang lain, kurang disiplin, dan memiliki karakter bunglon. Orang-orang di kuadran IV adalah tipe yang pemalas, kurang bertanggung jawab, tidak bisa dipercaya, dan selalu dipenuhi rasa bersalah di pikirannya. Terakhir, orang-orang di kuadran II adalah mereka yang hidupnya terkendali, seimbang, prestasi tinggi, dan selalu memiliki kepuasan dalam hidup. Lalu bagaimana cara supaya bisa menanamkan sikap di kuadran II dalam diri kita? Katakan tidak pada kuadran III! Kurangi kegiatan di kuadran IV! Ciutkan kuadran I! ^^
Beberapa quote bagus yang dapat ditanamkan dalam pikiran kita :
1. Segala sesuatu tidak seperti apa yang sesungguhnya sedang kita lihat. Ilustrasinya,
2. If you think you can, you're right. If you think you can't, you're right.-Henry Ford-
3. Masalah penting yang kita hadapi kini tidak dapat kita pecahkan pada tingkat berpikir yang sama seperti ketika kita menciptakan masalah tersebut.
4. If you want things to get better, you have to be better.
5. Kita adalah apa yang kita kerjakan berulang-ulang. Karena itu keunggulan bukanlah suatu perbuatan, melainkan sebuah kebiasaan. -Aristotle-
6. Taburlah gagasan, tuailah perbuatan. Taburlah perbuatan, tuailah kebiasaan. Taburlah kebiasaan, tuailah karakter. Taburlah karakter, tuailah nasib.
7. Kendalikan takdirmu sendiri jika tidak mau dikendalikan orang lain.
8. Kesuksesan tak ada artinya tanpa kepuasan.
9. Ciptakan masa depanmu dari masa depanmu.
10. Masa depan tidak pasti, tapi kita bisa menciptakannya.
11. If you fail to plan, you plan to fail.
12. There will never be enough time to get everything done, but there will always be enough time to get the most important things done.
13. Gila adalah melakukan hal yang sama tetapi mengharapkan hasil yang berbeda.
Hanya sebagian kecil dari tujuh kebiasaan di dalam buku Covey yang dapat disampaikan oleh ko Moming namun mampu membawa perubahan yang positif dalam kehidupanku dan teman-teman. So, tanamkan hal-hal positif pada pikiranmu, kawan! Jadilah seseorang yang proaktif! Tentukan tujuan akhirmu! Prioritaskan hal-hal yang benar-benar harus diprioritaskan! Setahun dari sekarang, Anda mungkin berharap telah memulainya hari ini. -Karen Lamb- Penasaran dengan 4 kebiasaan efektif lainnya? Buku Covey ini mungkin cukup dapat membantu. =)
Apa yang aku dapatkan dari pelatihan kepemimpinan ini mungkin tidak dapat sepenuhnya di-share-kan kepada teman-teman yang lain. Perubahan tidak dapat dilakukan secara tiba-tiba melainkan bertahap. Berharap dapat menanamkan kebiasaan-kebiasaan di atas dalam kehidupanku _/|\_ dan berharap dapat membantu orang lain menemukan tujuan kehidupannya _/|\_ !
Subscribe to:
Posts (Atom)




